Dishub Kota Bandung Merilis Data Pelanggaran Para Pengendara

Suarabandung.com – Dishub Kota Bandung merilis data pelanggaran yang dilakukan para pengendara roda dua dan roda empat di Kota Bandung.

Hasil dari pencatatan periode 1-7 Januari 2018 minggu lalu, di 38 persimpangan Kota Bandung tercatat jumlah pelanggaran mencapai hingga 1.0enam7 kendaraan.

Jumlah tersebut terdiri dari 265 roda empat/lebih dan 802 roda dua.

“Periode pengambilan data itu satu jam setiap harinya dengan waktu yang berbeda, bisa pagi atau sore. Untuk satu persimpangan kita ambil sampel satu kali dalam seminggu,” ujar Kasi Manajemen Lalu Lintas Dishub Kota Bandung, Senin (8/1/2018) kemarin.

Seperti yang dilansir laman Detik.com, pelanggaran yang paling banyak dilakukan yakni melebihi stop line dengan 407 kasus, disusul dengan berhentinya di zebra cross 270 kasus, mobil berhenti di RHK (ruang henti khusus) 197 kasus, pelanggaran lain (lawan arus dan lain-lain) 182 kasus, tidak mengenakan helm 41 kasus, roda dua kelebihan penumpang satu kasus dan merokok di persimpangan satu kasus.

Nah, terdapat 10 persimpangan dengan jumlah kasus pelanggaran tertinggi. Posisi pertama di M Toha dengan 179 pelanggaran, Kopo 99 pelanggaran, Padasuka 80 pelanggaran, Cihampelas-Ciumbuleuit 7enam pelanggaran, Pasirkoja 59 pelanggaran.

Selanjutnya adalah Buahbatu 49 pelanggaran, Ahmad Yani-Laswi 49 pelanggaran, Sulanjana 48 pelanggaran, Ujungberung 48 pelanggaran dan terakhir Gudang Utara 34 pelanggaran.

“Dari 10 persimpangan itu pelanggaran paling banyak terjadi adalah tidak mengenakan helm, berhenti di zebra cross, roda empat berhenti di RHK dan kendaraan melebihi stop line,” paparnya.

Sultoni berharap data tersebut bisa memacu warga untuk lebih tertib berlalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: