Densus 88 Mabes Polri Amankan 5 Terduga Teroris di Antapani Bandung

Suarabandung.com – Lima terduga teroris di amankan Densus 88 Mabes Polri, saat menggerebek sebuah rumah di Kampung Jajay Timur, RT 07 – RW 18, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa (15/8/2017).

Kombes Pol Yusri Yunus selaku Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Ya benar memang ada terduga teroris yang ditangkap di Antapani,” Ungkap Yusri.

Salah seorang pelaku terduga teroris yang diamankan berinisial Y (20) keseharian nya adalah berjualan susu murni keliling.

Di tempat terpisah yang tidak jauh dari lokasi penangkapan Y, dua orang laki-laki dan dua orang perempuan ikut diamankan  oleh Densus 88.

Terduga teroris Y alias Young mengontrak rumah milik Aje sekaligus Ketua RT 06 RW 19 sejak Kamis (6/7/2017).

Sementara dari keterangan yang diperoleh, barang bukti yang ada di kontrakan terduga teroris Y adalah bahan peledak yang disimpan di dalam toples.

Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, lima orang terduga teroris yang ditangkap karena menyimpan bahan baku kimia pembuatan bom. Terduga teroris ini berencana melakukan aksi peledakan bom kimia di sejumlah objek vital nasional pada akhir Agustus 2017 mendatang.

“Akhir bulan ini rencananya bom selesai dirakit. Menurut mereka, bulan Agustus adalah waktu yang bagus untuk meledakkan bom,” Kata Yusri dilansir dari Kompas.com. Penggeledahan tersebut dilakukan Unit Jibom Polda Jawa Barat bersama tim Inafis Polrestabes Bandung serta Densus 88 Antiteror, Selasa (15/8/2017).

Beberapa objek vital nasional yang menjadi sasaran lima terduga teroris ini salah satunya adalah Istana Presiden RI.

“Dari keterangan mereka, salah satu targetnya adalah meledakkan bom di Istana Negara” tuturnya.

Para tersangka terduga teroris juga diduga akan meledakkan Markas Komando (Mako) Brimob di Jakarta dan Bandung. Petugas Polri di lapangan pun menjadi salah satu target terduga teroris tersebut.

Polisi menyita bahan peledak dan motor dari rumah terduga teroris di Antapani. Penggeledahan terduga teroris di daerah Antapani Bandung, Selasa (15/8/2017). Bahan peledak berupa cairan kimia yang berbahaya jika terhirup dan uapnya cukup berbahaya karena bisa melukai orang disekitarnya.

Terdapat beberapa barang bukti berupa satu unit sepeda motor dibawa pihak Kepolisian ke Mapolsekta Antapani. Sepeda motor yang diduga milik terduga teroris Young, yang biasa digunakan untuk berjualan susu murni.

Penangkapan terduga teroris ini cukup mengagetkan warga sekitar. Pasalnya warga tidak menyangka orang yang ditangkap anggota Densus 88 Mabes Polri di Antapani, Selasa (15/8/2017) pagi, adalah terduga teroris karena terduga teroris ini merupakan penghuni baru.

Petugas Keamanan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Asep (54), mengatakan sempat melihat ada empat orang di sekitar TKP mengenakan pakaian bebas sedang memantau.

“Pas teman saya lagi jaga keamanan langsung ditegur karena lampu senternya ke arah sungai depan rumah terduga teroris. Saya jawab hak saya keamanan di sini. Kemudian dia menunjukkan identitas petugas,” kata Asep saat ditemui Tribun Jabar, di Jalan Kejawai, Kompleks Pratista Antapani, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa (15/8/2017).

Asep mengatakan, petugas yang datang itu mengaku sedang memantau pengedar narkoba. “Sudah ada tiga hari ini mantau di sini,” kata Asep.

Menurut Asep, hampir setiap malam di kawasan ini sangat sepi dari aktivitas warga setempat. “Di sini kalau malam sepi banget. Jam sembilan malam sudah sepi,” tutur Asep.

Ia mengaku sempat melihat saat terduga teroris diamankan petugas. Saat itu Asep baru rampung tugas di pagi hari.
Menurut Asep, ia melihat terduga teroris saat dibawa petugas tengah memakai baju seperti seragam pencak silat warna hitam dan celananya gombrang.

“Ketika dibawa dua jempolnya diikat pakai tali sepatu. Petugas banyak, ada tiga mobil kayak kijang besar,” ujarnya.

Asep mengatakan perawakan terduga teroris yang diamankan relatif kecil dan berkulit sawo matang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *