Cerita Mistis Yusup Iskandar Guru SMA Yang Tersesat di Gunung Gede

Suarabandung.com – Yusup Iskandar merupakan guru bahasa inggris di SMA Al-Furqan yang sempat tersesat di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa Barat. Kini guru bahasa inggris tersebut telah kembali berkumpul bersama keluarganya di kampung halaman.

Tidak hanya mengalami kelelahan, Yusup sempat mengaku mendapat pengalaman mistis selama perjalanannya di area TNGGP, kondisi Yusup saat ini telah kembali pulih dia bersedia membagi kisahnya itu.

Yusup dikabarkan menghilang pada hari Sabtu (9/9/2017), warga setempat dan rekan-rekannya melakukan pencarian hingga ke lokasi terakhir Yusup berada. Ternyata teriakan warga didengar Yusup dengan sangat jelas, namun entah mengapa Yusup mengalami kesulitan ketika membalas teriakan tersebut.

“Tidak hanya malam, tapi juga sore menjelang petang pengalaman itu saya alami. Hari pertama suara saya mendadak kecil, lamat-lamat dari jauh saya mendengar orang memanggil nama saya ketika saya menjawab dengan teriakan suara saya kecil dan nggak keluar,” ungkap Yusup di Kampung Kongsi RT 1 RW 1 Desa/Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/9/2017).

Ia mendengar suara mirip pasir yang ditabur menutupi suaranya yang berusaha menjawab teriakan warga dan rekannya. Ketika malam pertama ia mengaku melihat sosok tinggi besar menatap dan mengikutinya dari kejauhan.

“Seluruh badannya putih, cuma dibagian wajahnya nggak jelas. Saya gosok-gosok mata saya tetap enggak kelihatan, saat itu saya terus berdoa nggak putus hingga sekitar dua jam sosok itu hilang,” lanjut Yusup.

Yusup juga melihat tiga cahaya lampu misterius yang kerap menghalangi Yusup, cahaya tersebut seolah menyilaukan jalanan curam dan bersemak yang ia tapaki. Yusuf tak henti berdoa, sampai pada akhirnya cahaya itu mendadak mengecil hingga seperti kunang-kunang.

“Namanya di hutan gelap, sementara di depan ada cahaya menyilaukan mirip senter besar tapi enggak bikin terang. Hanya menyorot kedua mata saya. Sampai semak-semak saya terjang hingga beberapa kali saya terperosok,” tuturnya.

Ia bermalam di area Curug Ciheulang, sempat turun hujan dan dia berlindung dibalik jaket. “Sekarang saya baru kepikiran untung saja tidak ada air bah karena batu yang saya tiduri berada di areal sungai,” imbuhnya.

Pada akhirnya Yusup ditemukan di hari ketiga Selasa (12/9/2017), hari yang menurutnya semua energi dan tenaganya mendadak kembali. Ketika Tim SAR Gabungan meneriaki namanya dengan lantang Yusuf menjawab teriakan tersebut dengan kencang.

“Suara saya kembali, teriakan saya mendadak lantang sampai pada akhirnya saya bisa ditemukan di pinggir sungai oleh para pencari. Saya sudah pasrah aja, tapi Allah masih memberi kesempatan kepada saya untuk bisa berkumpul dengan keluarga, saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah mencari dan menemukan saya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *