Bus Wisata Maut Sempat Rusak Dalam Perjalan ke Sukabumi

Bus Pariwisata bernomor polisi B 7025 SAG sempat dua kali rusak dalam perjalanan menuju objek wisata arung jeram sebelum masuk jurang yang menewaskan 21 orang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Tim terus bekerja untuk menemukan fakta baru, baik dari keterangan saksi maupun hasil olah TKP yang nantinya dianalisis,” ujar Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri di Sukabumi, Minggu, 9 September 2018.

Terdapat beberapa kejanggalan terkait kecelakaan bus tersebut. yakni, kondisi bus yang sudah tak laik jalan namun masih tetap beroperasi tanpa mengindahkan keselamatan para penumpang.

Menurutnya, perusahaan otobus ini sudah tidak melakukan uji KIR selama empat periode atau dua tahun. Maka kondisi kendaraan tersebut dalam keadaan rusak karena tak terawat, bahkan fungsi rem nya pun kurang sempurna.

Pemilik bus dinilai mengabaikan kewajibannya seperti tidak membayar pajak kendaraan. Tak hanya itu,  soal pengemudi yang saat kejadian ternyata bukan dikendarai oleh sopir utamanya, melainkan seorang kernetnya.

Masalah asuransi, bus tersebut tidak diasuransikan, apalagi penumpangnya. Hal ini seharusnya menjadi kewajiban pihak PO. Dilihat dari adanya fakta tersebut tentu sudah terlihat banyak yang diabaikan.

“Maka dari itu, polisi akan menelusuri perusahaan tersebut apakah hanya bus ini saja yang ‘terabaikan’ atau bus lainnya. Seharusnya, orientasi PO adalah keselamatan penumpang dan orang lain, jangan hanya mau menerima hasilnya saja,” ungkapnya.

Refdi menambahkan hasil pemeriksaan maupun penyelidikan dan penyidikan relatif banyak kelalaian sehingga mulai terungkap penyebab terjadinya kecelakaan. Hingga saat ini pihaknya masih menganalisis secara mendalam.

“Tim dari Korlantas, Polda Jabar, dan Polres Sukabumi masih terus bekerja hingga terungkap penyebabnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: