BI Menghimbau Hati – hati Dalam Melakukan Transaksi Nontunai

Suarabandung.com – Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam penggunaan transaksi nontunai. Hal ini sangat penting, mengingat transaksi nontunai kini telah banyak digunakan oleh semua aktivitas transaksi. seperti penggunaan uang elektronik, kartu debet, kartu kredit maupun kegiatan belanja daring (e-commerce).

Kehati-hatian nasabah, sangat diperlukan dalam mencegah kejahatan sistem pembayaran. Apabila masyarakat mencurigai adanya penipuan atau kejahatan nontunai, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak penerbit kartu serta kepolisian sebagai pihak penegak hukum.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak penerbit kartu serta kepolisian sebagai pihak penegak hukum, apabila mencurigai adanya penipuan atau kejahatan melalui transaksi nontunai.

“Bank Sentral mengimbau, dalam menggunakan transaksi non-tunai, masyarakat harus menjaga kartu non-tunai dengan baik dan aman. Pengguna transaksi non-tunai juga diminta untuk menjaga kerahasiaan PIN, nama pengguna (username) dan sandi rahasia (password),”paparnya.

Masyarakat perlu waspada dengan modus penipuan seperti modus kenaikan batas saldo, hadiah dan diskon.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan kartu non-tunai guna transaksi yang melanggar ketentuan seperti “gestun”.

“Gestun” merupakan transaksi yang menggunakan kartu kredit untuk seolah-seolah melakukan pembelian, padahal pengguna tidak mendapatkan barang, namun mendapatkan uang tunai.

Jika anda bertransaksi secara elektronik (dalam jaringan/daring), BI mengingatkan masyarakat untuk menggunakan perangkat di jaringan yang aman.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap aplikasi yang berisikan virus.

Tirta mengingatkan, agar  jangan bertransaksi menggunakan jaringan publik yang disalahgunakan, dan jangan unduh data dari sumber yang tidak dipercaya.

Gunakan hanya untuk melakukan transaksi pembayaran. “Bukti pembayarannya disimpan, dan lakukan pengecekan berkala,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *