Bayi Sering Gumoh, Berdampak Pada Perkembangannya?

Banyak orang tua yang khawatir saat anaknya gumoh, mungkin orang tua yang seperti ini masih belum tau apa itu gumoh. Gumoh dan muntah hampir sama pengertiannya yaitu merupakan bentuk dimana pengeluaran isi lambung karena berbagai macam sebab. Jika gumoh mengeluarkan air dan spontan dengan jumlah sedikit atau tidak terlalu banyak, sedangkan muntah intensitas yang dikeluarkan si bayi lebih banyak dari gumoh dan dengan tekanan.

Gumoh atau muntah sebenarnya sering terjadi pada bayi hampir setiap hari bayi gumoh, tetapi gumoh atau muntah ini tidak berdampak pada perkembangan si bayi. Banyak orang tua bertanya, bayi saya setiap hari gumoh, apakah ada dampaknya bagi perkembangan si bayi? Gumoh atau muntah adalah salah satu hal yang wajar terjadi pada bayi dan tidak akan mengganggu perkembangan dan kesehatan bayi.

Penyebab Gumoh atau Muntah pada Bayi

  1. Posisi menyusui yang salah

Kebanyakan posisi ibu saat menyusui adalah salah yang dimana sambil tiduran dengan posisi miring, sedangkan si bayi dengan posisi tidur terlentang ini mengakibatkan air susu yang masuk tidak masuk ke saluran pencernaan tetapi malah masuk ke saluran pernafasan.

  1. ASI yang melebihi kapasitas lambung

Kebanyakan ibu menghiraukan tentang seberapa banyak ASI yang di berikan tanpa membatasinya. Ini mengakibatkan berlebihannya kapasitas lambung si bayi, makan si bayi bisa mengalami muntah atau gumoh.

  1. Si bayi terlalu aktif

Saat sebelum menyusui biasanya si bayi menangis dengan tingkah yang banyak, jadi saat menyusui dapat menimbulkan tekanan yang ada di perut si bayi dan dapat menimbulkan gumoh atau muntah.

  1. Pencernaan yang belum berfungsi normal

Funsi dari pencernaan si bayi yang masih terlalu muda yang berfungi untuk masuknya makanan dari saluran pencernaan hingga ke usus masih belum berfungsi dengan sempurna.

Walaupun gumoh atau muntah terjadi hampir 1 kali dalam sehari alangkah baiknya kita sebagai orang tua untuk mencegah terjadinya gumoh terlalu sering karena kasihan si bayi banyak nutrisi yang terbuang percuma karena gumohnya tadi.

  1. Saat memberikan ASI kepada si bayi usahakan dalam posisi kepala lebih tinggi dari kaki.
  2. Hindari memberikan ASI terlalu berlebihan.
  3. Hindari hal yang membuat bayi melakukan banyak tingkah saat menyusui, buat si bayi senyaman mungkin.
  4. Posisikan si bayi saat menyusui adalah kepala lebih tinggi daripada kaki.
  5. Jika bayi gumoh jangan panik dan biarkan gumoh keluar sampai berhenti, sampai semuanya keluar.
  6. Usahakan gumoh yang sudah keluar jangan sampai tersedot lagi oleh si bayi, jika tidak cairan yang di sedot dapat masuk ke saluran pernafasan dan menyebabkan infeksi dan radang pada paru-paru si bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *