Banjir Bandang Cilengkrang Terjang Tiga Kecamatan

Banjir bandang terjang Perumahan Jatiendah Regency, RT 04 RW 16 Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kota Bandung, pada Sabtu 9 Februari 2019, hingga Minggu, 10 Februari 2019. Akibat meluapnya sungai Cicalobak, empat orang meninggal dunia dan sembilan rumah mengalami rusak berat serta belasan lainnya rusak ringan.

Meluapnya sungai Cicalobak sempat diketahui oleh Aul (50) petugas keamanan perumahan sekitar pukul 22.10 WIB. “Karena pos jaga tepat dipinggir sungai, saya mendegar seperti ada suara berdentum setelah dicek ternyata benteng sungai ambruk dan kemudian air di jalan naik dengan cepat, saya langsung teriak-teriak memberitahu warga,” ujar Aul yang mengaku kesulitan memberitahu warga karena mayoritas sudah tidur.

Warga yang berusaha keluar rumah pun dalam waktu singkat panik dikarenakan kesulitan membuka pintu yang sudah terendam air setinggi perut orang dewasa.

“Saya waktu itu berusaha untuk menolong anak=anak dan ibu-ibu, kebetulan saya ingat di ibu Firdasari dan Nuraini ada anak kecil, yang bisa saya selamatkan hanya seorang anak saja dan saat menolong ibu Nuraini dan Rauvan bayinya saya tidak kuat karena keduanya terjepit lemari entah kursi,” ungkap Aul.

Adanya peristiwa tersebut membuat Firdasari (35), Nuraini (25) dan Rauvan (17 bulan) tidak dapat terselamatkan. Sedangkan, seorang lagi yang diketahui bernama Nenek Anah (67) meninggal karena serangan penyakit jantung.

Luapan sungai Cicalobak yang menyambung ke sungai Cilameta dan Cisaranten,  mengakibatkan pemukiman di Kelurahan Cigending dan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung terkena banjir bandang.

Sementara, Kecamatan Mandalajati luapan sungai Cikileuy mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kelurahan Pamulang terendam. Di Kelurahan Pasirimpun tebing dan kirmir perumahan Bandung City View sebagian mengalami retak.

“Untuk wilayah Ujungberung ada dua rumah yang tergerus air di Kelurahan Cigending, sementara di Sukup (Pasirjati) samping SMA 24 kirmir sungai Cilameta amblol. Kita masih melakukan koordinasi karena masih terus melakukan pendataan rumah warga yang terkena bencana maupun kerugian materil,” jelas Camat Ujungberung Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: