Awal Puasa 1 Ramadhan 1437 Jatuh pada hari ini tanggal 6 Juni 2016

pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan Sidang Isbat berupa rapat tertutup terkait penentuan kapan awal puasa 2016 dimulai. Dan hasil Sidang Isbat yang diumumkan setelah habis sholat Magrib dan mendekati sholat Isya  mengumumkan hasil Sidang Isbat tersebut jatuh pada tanggal 6 juni 2016 tepatnya pada hari ini.
hasil isbat ini ditetapkan berdasarkan penelitian atau dilihat oleh para ahli isbat yang berpengalaman dan telah melalui sumpah, yang pengamatan nya dilakukan di 33 titik di Wilayah Indonesia mulai dari Sumatra di ujung barat, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, sepakat 1 Ramadhan jatuh pada hari Senin 6 Juni 2016. Penetapan awal puasa ini diputuskan dalam sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, Minggu petang (17/06), yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, MUI, Ma’ruf Amin mengatakan dirinya bersyukur bahwa tidak ada perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dalam menentukan hari pertama Ramadan. Sebelumnya, pimpinan Muhammadiyah telah memutuskan bahwa awal Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016, dengan melakukan hisab (perhitungan), tanpa harus benar-benar mengamati hilal.

Sebagian umat Islam lainnya, utamanya NU, berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan – diantaranya Ramadan dan Syawal – harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung.Berdasarkan dari hasil hisab hakik wujudul yang dilakukan, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa bulan Ramadhan 1437 Hijriah akan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016 masehi.
Sedangkan untuk 1 syawal akan jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016 masehi. Untuk 1 Zulhijah akan jatuh pada tanggal 3 September 2016 Masehi.

Ketetapan tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Ketua PP Muhammdiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammdiyah, Yogyakarta. Haedar berharap pada bulan Ramadhan ini masyarkat bisa meningkatkan nilai keIslaman mereka. Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan diri dalam beribadah dan juga berhubungan sosial kepada masyarakat sekitar. Dalam bagian lain keterangannya, Menteri agama Lukman Hakim mengharapkan Ramadan tahun ini semua umat beragama “bisa saling membangun toleransi”.Bahwa banyak di antara banyak sesama warga bangsa, yang menjalani puasa, tapi juga ada sebagian saudara-saudara kita yang karena keyakinannya, atau karena satu dan lain hal, tidak menjalani puasa,” ungkapnya.

Semoga dengan bertoleransi dan saling menghormati, kesucian bulan Ramadan bisa dijaga.Aamiin

editor@yayu73

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *